BAHAYA NARKOBA BAGI KESEHATAN
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba",
istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Bahaya
Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai
kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin
sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak
didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan
bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa.
Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia
- Depresan
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri. - Halusinogen
Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada). - Stimulan
Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian. - AdiktifPemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).
Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
- Opioid:
- Depresi berat
- Apatis
- Rasa lelah berlebihan
- Malas bergerak
- Banyak tidur
- Gugup
- Gelisah
- Selalu merasa curiga
- Denyut jantung bertambah cepat
- Rasa gembira berlebihan
- Banyak bicara namun cadel
- Rasa harga diri meningkat
- Kejang-kejang
- Pupil mata mengecil
- Tekanan darah meningkat
- Berkeringat dingin
- Mual hingga muntah
- Luka pada sekat rongga hidung
- Kehilangan nafsu makan
- Turunnya berat badan
- Kokain
- Denyut jantung bertambah cepat
- Gelisah
- Rasa gembira berlebihan
- Rasa harga diri meningkat
- Banyak bicara
- Kejang-kejang
- Pupil mata melebar
- Berkeringat dingin
- Mual hingga muntah
- Mudah berkelahi
- Mendarahan pada otak
- Penyumbatan pembuluh darah
- Pergerakan mata tidak terkendali
- Kekakuan otot leher
- Ganja
- Mata sembab
- Kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
- Sering melamun
- Pendengaran terganggu
- Selalu tertawa
- Terkadang cepat marah
- Tidak bergairah
- Gelisah
- Dehidrasi
- Tulang gigi keropos
- Liver
- Saraf otak dan saraf mata rusak
- Skizofrenia
- Ectasy
- Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
- Berkeringat
- Sulit tidur
- Kerusakan saraf otak
- Dehidrasi
- Gangguan liver
- Tulang dan gigi keropos
- Tidak nafsu makan
- Saraf mata rusak
- Shabu-shabu:
- Enerjik
- Paranoid
- Sulit tidur
- Sulit berfikir
- Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
- Banyak bicara
- Denyut jantung bertambah cepat
- Pendarahan otak
- Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
- Benzodiazepin:
- Berjalan sempoyongan
- Wajah kemerahan
- Banyak bicara tapi cadel
- Mudah marah
- Konsentrasi terganggu
- Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome
merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang
diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV,
sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang
dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Jika seseorang terkena virus
semacam ini akan mudah terserang infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor.
Untuk sampai saat ini, penyakit HIV AIDS belum bisa disembuhkan dan ditemukan
obatnya, kalau pun ada itu hanya menghentikan atau memperlambat perkembangan
virusnya saja.
Virus HIV dan virus-virus sejenisnya seperti SIV, FIV dan lain-lain biasanya tertular melalui kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang didalamnya terkandung HIV, yakni darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan virus ini sering terjadi pada saat seseorang berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah, ibu yang sedang menyusui, dan berbagai macam bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
Virus HIV dan virus-virus sejenisnya seperti SIV, FIV dan lain-lain biasanya tertular melalui kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang didalamnya terkandung HIV, yakni darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan virus ini sering terjadi pada saat seseorang berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah, ibu yang sedang menyusui, dan berbagai macam bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.
AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV
adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan
manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik.
HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T
CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV
telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200
per mikroliter darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya
ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi
infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya
AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam
darah serta adanya infeksi tertentu.
Bahaya Pergaulan Bebas Di kalangan Remaja
Kasus
yang muncul akibat pergaulan bebas di kalangan remaja semakin meningkat
dimana-mana.Perilaku menyimpang dikalangan remaja atau yang biasa
disebut dengan kenakalan remaja bentuknya bermacam-macam seperti
perkelahian secara perorangan atau kelompok, tawuran pelajar,
mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan,
penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas pranikah, Bentuk-bentuk kenakalan
yang demikian biasa disebut juga dengan pergaulan bebas. Bentuk
kenakalan remaja itu sering kita jumpai di kalangan remaja saat ini baik
di lingkungan kita maupun jauh dari lingkungan kita.
Perilaku
yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang
sangat mencemaskan dan Sangat menyedihkan saat perilaku ini
mengakibatkan tingginya jumlah penyimpangan dikalangan remaja.
Penyimpangan-penyimpangan yang kasusnya makin marak dan menarik untuk
dibahas adalah pergaulan bebas atau lebih spesifiknya disebut seks
bebas.
Karena
Dari tahun ke tahun kasus seks bebas di negeri ini makin banyak saja
jumlahnya, dan tak dapat dipungkiri bahwa sebagian pelakunya adalah
remaja (pelajar dan mahasiswa) para pelajar pun dimulai dari saat mereka
SMP,sungguh miris!. Di berbagai media pemberitaan baik media massa
ataupun media elektronik, yang namanya kasus seks bebas selalu saja
muncul dan menimbulkan kekhawatiran orang tua.Banyak orang tua yang
cenderung menutup anak-anaknya dari dunia luar dengan tujuan menjauhkan
dari kemungkinan terkena pergaulan bebas,tapi cara ini juga dapat
menjadikan anak menjadi individu yang anti sosial.Masalah ini semakin
complicated,setiap orang sellau bertanya bagaimana mengurangi maraknya
kasus seks bebas di kalangan pelajar maupun siswa?jawaban dari
pertanyaan ini adalah kembali ke pribadi masing-masing. Tetapi masih
banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah pergaulan bebas
ini,andil orang tua dalam pencegahan sangatlah besar karena mulai dari
rumah pencegahan ini dilakukan,orang tua dapat memberikan didikan yang
benar dan menanamkan norma agama seta norma kesopanan sejak dini kepada
anak-anak mereka. Sehingga saat mereka keluar dari rumah dan
berinteraksi denganberbagai orang yang memiliki sifat dan perilaku
beragam dia telah memiliki pondasi yang kuatdari keluarga dan agamanya.
Banyak orang bilang bahwa masa remaja merupakan masa yang rentan,
seorang anak dalam menghadapi gejolak biologisnya dan masa remaja itu
masa dimana anak-anak selalu ingin tahu dan mencoba sesuatu yang membuat
mereka penasaran biasa di sebut masa pencarian jatidiri. Apalagi
ditunjang dengan era globalisasi dan era informasi yang sedemikian rupa
menyebabkan remaja sekarang terpancing untuk coba-coba mempraktekkan apa
yang dilihatnya dari internet. Terlebih bila apa yang dilihatnya
merupakan informasi tentang indahnya seks bebas yang bisa membawa dampak
pada remaja itusendiri.Lebih parahnya
tentang seks bebas, menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa tujuh
dari dari sepuluh perempuan telah melakukan hubungan seksual sebelum
berumur 20 tahun. Sementara satu dari enam pelajar perempuan aktif
bergaul seks bebas. Paling sedikit mereka berganti pasangan dengan empat
laki-laki yang berbeda-beda. Kenyataan tersebut menunjukkan betapa
ironisnya kondisi remaja kita saat ini.


